KH. Abdullah Gymnastiar: Mengukur Kekuatan Amanah

Semakin jauh dari kita orang yang memuji kita semakin tidak tahu apa-apa dia tentang diri kita. Oleh karena itu, sudah selayaknya orang-orang yang terdekat dengan kita yang berhak mendapatkan perhatian pertama dari kita.

Semoga Allah mengaruniakan kepada kita kemampuan untuk mengemban amanah. Amanah akan menjadi kekuatan jika kita pandai menempatkannya dan amanah akan mendatangkan kelemahan bahkan kehinaan jika kita mengabaikan yang sebenarnya.

Salah satu di antara amanah Allah yang diberikan-Nya kepada kita adalah amanah memperlakukan orang-orang yang terdekat dengan kita. Kita seringkali disibukkan oleh urusan orang lain bahkan kita sering bangga ketika mendapat pujian dari orang lain. Sanjungan, penghargaan kerap kali menjadi ukuran keberhasilan. Padahal ketika kita mendapatkan penghargaan dari pemimpin, sesungguhnya pemimpin itu tidak tahu yang sebenarnya tentang kita. Ketika kita mendapatkan sanjungan dari guru, sesungguhnya guru itu tidak tahu yang sebenarnya tentang kita. Lalu di manakah letak pujian yang sebenarnya ?.

Pujian yang sebenarnya datang dari orang-orang terdekat dengan kita. Istri, suami, anak, khadimat, orang-orang yang ada dirumah kita, mereka banyak melihat, mendengar, mengetahui keseharian kita. Apa yang kita lakukan, apa yang biasa kita lakukan, dan sikap seperti apa yang ada dalam diri kita, merekalah yang tahu. Semakin jauh dari kita orang yang memuji kita semakin tidak tahu apa-apa dia tentang diri kita. Oleh karena itu, sudah selayaknya orang-orang yang terdekat dengan kita yang  berhak mendapatkan perhatian pertama dari kita.

Namun terkadang kita cendrung kurang peka kepada orang-orang yang terdekat dengan kita. Makanya tak jarang seorang istri mencibir ketika mendengar suaminya memberi ceramah. Apa yang dikatakannya jauh dari kenyataan. Ajakannya hanya sekadar simbol untuk menambah indahnya materi. Demikian juga seorang anak yang begitu cueknya berjalan di depan orang tua. Tidak ada nilai segan. Ini seharusnya teguran bagi kita. Dikala orang lain menyanjung kita, menghormati kita, bahkan dengan penuh wibawa mencium tangan kita, sementara yang terjadi di rumah adalah sebaliknya.

Nah, ini amanah. Jangan sampai kita dikenal oleh orang banyak tapi tidak dikenal oleh orang-orang terdekat kita. Jangan sampai kita bersedekah besar-besaran tapi orang tua sendiri terabaikan. Mari kita asah kekuatan amanah ini. Sadar ataupun tidak, orang-orang terdekat kitalah yang akan menjadi benteng keberhasilan kita di luar rumah. Wallahu a’lam bishawab.

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KH. Abdullah Gymnastiar: Mengukur Kekuatan Amanah"

Posting Komentar